Bagaimana kita tahu persahabatan itu sejati? Boleh jadi setelah pertengkaran hebat. Menyusul kejadian di Klan Matahari Minor, pulang ke Klan Bumi, Raib dan Seli bertengkar. Tidak mau saling bicara, berpisah meja, tidak mau membahasnya. Masalahnya, Seli yang kehilangan kekuatan temporer, dengan segala beban pikiran, jatuh sakit. Kondisinya memburuk dengan cepat. Hidup dan mati. Lantas siapa yang…
“Terlalu banyak tahu tentang sesuatu hal merupakan sebuah dosa yang harus ditebus dengan nyawa.” Badan Intelijen Sekolah adalah sebuah organisasi yang dibentuk oleh sekelompok siswa dengan tujuan untuk menyelidiki kasus kriminal yang terjadi di lingkungan sekolah. Saat ini mereka yang berjumlahkan 8 orang itu harus menghadapi sebuah kasus pembunuhan berantai yang terjadi di area sekol…
Tokyo dan Perayaan Kesedihan – Kita tidak pernah tahu isi hati seseorang. Terkadang, orang yang terlihat paling bahagia atau dapat menjadi tempat ternyaman untuk orang-orang di sekitarnya justru menyimpan banyak kesedihan. Ketika dia menunjukkan kesedihannya, kita merasa bahwa itu bukan masalah besar, karena dia selalu terlihat baik-baik saja. Itulah gambaran kecil dari novel Tokyo dan Peraya…
ita semua adalah pengembara di dunia ini. Ada yang kaya, pun ada yang miskin. Ada yang terkenal, ternama, berkuasa, juga ada yang bukan siapa-siapa. Ada yang seolah bisa membeli apapun, melakukan apapun yang dia mau, hebat sekali. Ada yang bahkan bingung besok harus makan apa. Tapi sesungguhnya di manakah kebahagiaan itu hinggap? Di manakah hakikat kehidupan itu tersembunyi? Apakah seperti yang…
No Longer Human diceritakan dalam bentuk buku catatan yang ditinggalkan oleh Ōba Yozo ( 大 庭 葉 蔵 ) , seorang lelaki bermasalah yang tidak mampu mengungkapkan jati dirinya kepada orang lain, dan yang, sebaliknya, mempertahankan fasad kegembiraan kosong. Karya ini terdiri dari tiga bab, atau "memorandum", yang menceritakan kehidupan Ōba dari masa kecilnya hingga akhir dua puluhan.
“Aku merindukanmu." Itu adalah kata yang sangat ingin aku sampaikan padamu, tapi sudah tidak bisa lagi. Karena bagaimanapun juga, kita sudah bukan apa-apa lagi. Aku sudah bukan siapa-siapa lagi bagimu. Pada akhirnya, aku paham bahwa tidak ada yang abadi. Semua punya waktunya sendiri, dan waktumu bersamaku sudah usai. Jadi, sekarang aku dipaksa melepaskanmu di saat aku belum mampu. **…