Sinopsis buku Dalam novel ini Raditya Dika atau biasa dipanggil Dika menceritakan tentang kisah hidupnya yang penuh perpindahan seperti ikan salmon. Perpindahan pertama diawali dengan kekasih Dika yang “pindah hati” atau bisa disebut juga dengan putus karena sudah tidak cocok lagi dengan Dika. Di saat yang bersamaan, ibunya memutuskan untuk pindah rumah karena rumah yang lama sud…
Laut menyimpan separuh tubuhnya di kedua matamu. Aku mengambil sebagian untuk tiga judul puisi yang tak pernah selesai. Semesta yang menyimpan kesedihan adalah tempat di mana aku juga kau menuangkan banyak warna biru di setiap ingatan. Di dalamnya kita sama-sama tenggelam.
Ketika pagi menjelang, Kota Bandung tampaknya berubah menjadi kota yang berbeda. Malam tampak begitu panjang dan kelamnya mencekam melebihi para pemadat, bandit, anggota geng motor, tukang judi, tukang vandalisme. Mereka semua berkeliaran bagai tikus-tikus got ketika air tersumbat dan meluap. Di kota kembang ini, hidup bocah berandalan bernama Dipha yang mampu kerja serabutan. Ia menjadi pel…
Kumpulan Cerpen Cerpen 1: Pelajaran Buat Pak Guru Cerpen 2: Pengemis Misterius Cerpen 3: Senandung Kupu-Kupu Cinta Cerpen 4: Wesel Misterius Cerpen 5: Marbot hingga cerpen12: Tamu
Edogawa Ranpo adalah grand master fiksi misteri dan detektif Jepang. Dia juga seorang penulis utama dalam tradisi Modernisme Jepang, dan salah satu yang memberikan pengaruh besar terhadap budaya populer dan sastra Jepang saat ini. Dalam menghidupkan cerita-ceritanya, Ranpo seringkali menggunakan tokoh favoritnya, seorang detektif muda bernama Akechi Kogoro. Dalam salah satu cerita yang ada d…
Deskripsi Warisan Tumbal Terakhir karya Kalong & Fakih "Saya tahu garis keturunanmu dari siapal Saya juga tahu harta yang kamu miliki sumbernya dari mana. Saya tetap ndak setuju anak saya kamu persunting. Ndak akan ikhlas anak saya jadi trangis sruninge keluargamu di tanggal tiga belas!" Tegas dan berat suara Mbah Waris kepada seorang pemuda tampan bernama Jasmoro, yang menjadi kekasih Koma…
“Kalau ada apa-apa cerita ya.” Selama 10 tahun menjalin hubungan persahabatan, Mahessa Artadewa tidak pernah abai melontarkan kalimat tersebut pada seorang gadis yang dia sayang. Setiap malam-malam penyambut derita, Hesa bersama gadis tersebut banyak berb