Perpustakaan Lentera 59

  • Beranda
  • Informasi
  • Berita
  • Bantuan
  • Pustakawan
  • Area Anggota
  • Pilih Bahasa :
    Bahasa Arab Bahasa Bengal Bahasa Brazil Portugis Bahasa Inggris Bahasa Spanyol Bahasa Jerman Bahasa Indonesia Bahasa Jepang Bahasa Melayu Bahasa Persia Bahasa Rusia Bahasa Thailand Bahasa Turki Bahasa Urdu

Pencarian berdasarkan :

SEMUA Pengarang Subjek ISBN/ISSN Pencarian Spesifik

Pencarian terakhir:

{{tmpObj[k].text}}
Image of 9 Karakter Guru efektif
Penanda Bagikan

Art Original

9 Karakter Guru efektif "Panduan Praktis untuk Pengembangan diri Guru"

Jacquie Turnnbull - Nama Orang; Alwi Kosasih - Nama Orang; P.A. Lestari - Nama Orang;

Buku "9 Karakter Guru Efektif: Panduan Praktis untuk Pengembangan diri Guru" karya Jacquie Turnbull menguraikan sembilan karakter kunci yang harus dimiliki guru agar efektif, seperti pemahaman diri, kemampuan menjelaskan materi, kreativitas, sikap positif, harapan tinggi, dan kemampuan membangun hubungan yang baik dengan siswa. Buku ini mendorong guru untuk secara aktif mengembangkan diri, menjadi pembelajar yang menginspirasi, dan memimpin pembelajaran dengan lebih baik.
9 Karakter Guru Efektif (berdasarkan buku Jacquie Turnbull):
Memahami Diri Sendiri: Guru yang efektif mampu mengenali pola berpikirnya sendiri dan cara memanfaatkannya untuk memaksimalkan potensi, serta memahami gaya belajar siswa (misalnya, auditori, visual, kinestetik).
Kreativitas dan Fleksibilitas: Dituntut untuk lebih kreatif, fleksibel, solutif, dan inovatif dalam menghadapi permasalahan di kelas, serta mampu mengajarkan keterampilan tersebut kepada siswa.
Sikap Positif dan Harapan Tinggi: Memiliki sikap positif dan harapan yang tinggi terhadap kemampuan siswa untuk mencapai tujuan pembelajaran.
Kemampuan Menjelaskan Materi: Guru harus mampu menjelaskan materi pelajaran dengan baik agar mudah dipahami oleh siswa.
Mengenali Siswa: Guru yang baik mampu mengenali setiap siswa secara personal agar merasa dihargai.
Membangun Hubungan: Membangun hubungan yang baik dan positif dengan siswa adalah salah satu kunci efektivitas seorang guru.
Berbelas Kasih: Menunjukkan rasa empati dan belas kasih kepada siswa.
Menjadi Pembelajar Teladan: Mendorong guru untuk terlibat aktif dalam pengembangan profesional dan menjadi contoh sebagai pembelajar yang terus menginspirasi.
Mempunyai Selera Humor: Memiliki selera humor yang baik untuk menciptakan lingkungan belajar yang lebih menyenangkan.

Buku ini sangat cocok dijadikan pegangan oleh guru di abad modern ini. Judul bukunya adalah “9 Karakter Guru Efektif, Panduan Praktis untuk Pengembangan Guru” yang ditulis oleh Jacquie Turnbull. Ia seorang ahli di bidang pendidikan dari Inggris, punya pengalaman kaya dan luas dalam bidang pendidikan.
Turnbull mengatakan, kehidupan pada abad ke-21 sangat kompleks dan perubahan sosial yang terus menerus telah berdampak pada peran guru. Para sosiolog telah meneliti dampak membanjirnya pengetahuan pada kehidupan sehari-hari. Perubahan dalam peran keluarga dan pekerjaan berpengaruh besar dalam menghasilkan bentuk masyarakat baru dengan kualitas yang berbeda.
Oleh karena itu, untuk beradaptasi dengan dunia baru yang sangat dinamis, seseorang guru harus menjadi sosok yang kreatif, mampu merespons situasi baru dengan luwes, dan mampu menemukan solusi-solusi inovatif terhadap persoalan yang sulit.
Dirinya harus mampu menyesuaikan diri dengan lihai ketika berinteraksi dengan orang lain, dan dapat berkomunikasi dalam tataran emosi maupun kognitif.
Jared Hage dan Charles Powers, peneliti pendidikan, meramalkan bahwa untuk menjawab tantangan abad ke-21, seseorang memerlukan otak yang kreatif dan kepribadian yang kompleks. Sebagai guru, jika kita diharapkan untuk menyiapkan generasi baru yang dapat menghadapi tantangan-tantangan masa depan.
Kita sendiri harus siap menghadapi tantangan tersebut. Kita perlu mengembangkan kapasitas untuk bekerja dalam lingkungan yang kompleks dan penuh tantangan. Kita perlu memaksimalkan pengembangan diri sehingga pada saatnya nanti kita dapat mengambil peran dalam proses perkembangan orang lain.
Menurut Turnbull, untuk menjadi guru yang efektif di abad modern ini diperlukan 9 karakter, yakni:
Karakter Pertama: Kebiasaan Memahami Diri Sendiri.
Karakter ini mendorong diri kita untuk merenungkan makna mengajar bagi diri Anda, serta persepsi citra diri yang Anda pikirkan sebagai seorang guru. Karakter ini memperkenalkan kita pada perkara berpikir itu sendiri-potensi menakjubkan otak kita dan cara memanfaatkan pola berpikir kita yang unik untuk memaksimalkan potensi yang kita miliki. Guru efektif mengetahui bahwa pengetahuan adalah kekuatan, dan bahwa pengetahuan mengenai diri sendiri akan memberdayakan dan memikirkan cara kita berpikir dapat mengubah cara kita bertindak.
Ketahui zona nyaman cara berpikir kita, apakah tipe auditori, tipe visual, atau tipe kinestetik. Tipe auditori adalah anda lebih suka memproses pemikiran anda melalui suara. Situasi terbaik anda dalam belajar adalah ketika berdiskusi dengan orang lain atau mendengarkan perkataan orang lain.
Tipe visual yakni proses berpikir anda berkaitan dengan penciptaan gambaran di benak anda atau menggunakan gambar untuk mengingat suatu kenangan atau memori lampau. Pemahaman terbaik anda diperoleh jika anda dapat membuat gambaran di benak.
Tipe kinestetik yakni anda memproses pikiran melalui sensasi dan pergerakan tubuh. Anda harus bersentuhan dengan dunia di sekitar anda. Hal ini dapat dilakukan dengan dengan banyak mencatat, atau dengan banyak bergerak.
Karakter ini mendorong untuk mengembangkan keterbukaan dalam mempelajari dunia dan orang lain, demi mempelajari diri sendiri. Penting untuk bersikap terbuka dalam pembelajaran agar tidak tertinggal dari kemajuan zaman yang begitu dinamis, dan untuk mempertajam kemampuan kita dalam membangkitkan semangat belajar siswa.
Paul McLean mengemukakan konsep bahwa otak kita berkembang melalui proses evolusi seiring dengan perkembangan kemampuan kita sebagai spesies. Teori ini membagi otak menjadi tiga bagian, masing-masing berkembang dengan tumpuan bagian yang lain dan memiliki fungsi masing-masing. Yakni:
Otak reptil. Ini adalah bagian otak tertua, terletak di tengah batang otak dan mengontrol sistem kelangsungan hidup terdasar tubuh, seperti detak jantung, sistem pernapasan, dan suhu tubuh. Motivator utama otak reptil adalah pertahanan hidup atau menghindari bahaya.
Otak limbik. Sistem limbik ini adalah otak tengah yang berada di atas otak reptil dan meneruskan informasi untuk diproses. Motivator utama sistem limbik adalah pencarian kesenangan.
Neo-kortek. Neo-kortek adalah topi berpikir yang berada di atas otak tengah dan terbagi menjadi dua belahan. Secara harfiah, bagian otak ini adalah bagian baru yang baru saja berkembang dan bertanggungjawab terhadap pemecahan masalah dan pemikiran abstrak. Fungsi penting neo-kortek adalah pencarian pola makna. Motivasi neo-kortek adalah pencarian sesuatu yang baru.
Poin-poin penting yang terkait dengan pembelajaran adalah:
Upayakan agar otak reptile selalu dalam kondisi senang. Kenyamanan fisik harus dipertahankan dan stress negatif dikurangi.
Informasi atau pengalaman dengan kandungan emosi yang kuat akan mengendap dalam memori jangka panjang.
Pembelajaran harus dibangun di atas peta mental yang telah ada sebelumnya.
Kondisi terbaik untuk belajar adalah kondisi dengan tingkat kewaspadaan yang santai.

Karakter Ketiga: Aktif Mengatasi Stres.
Guru efektif mengetahui bahwa menjadi guru penuh tuntutan dan tantangan yang bisa mengakibatkan stres. Mereka mengetahui adanya kebutuhan untuk menjaga energi mental dan fisik guna memenuhi tuntutan tanpa harus mencari jalan pintas yang hanya memiliki efek jangka pendek seperti merokok, minum minuman keras, atau makan terlalu banyak.
Kesadaran merupakan titik awal untuk mengembangkan karakter. Kesadaran adalah ketika anda dapat mengenali efek potensial stress negatif, yaitu:
Kesadaran fisik, kesadaran sepenuhnya atas tubuh anda dan area-area ketegangannya. Mendengarkan pesan tubuh anda dan menanggapinya. Mengetahui kebutuhan tubuh anda untuk beristirahat dan relaksasi atau stimulasi fisik dan olahraga. Menghemat dan mengisi kembali energi secara teratur harus menjadi gaya hidup anda.
Kesadaran mental, mampu melakukan penyadaran realitas terhadap pikiran-pikiran negatif. Menyadari ketika pikiran pikiran anda tidak logis. Menyadari bahwa pikiran negatif dapat menimbulkan stress. Mempertanyakan pikiran negative dan mengubahnya menjadi sikap mental yang lebih positif.
Kesadaran emosi, menyadari jika emosi menutupi pertimbangan rasional. Tidak membiarkan emosi dan kecemasan meningkat dan menyedot habis energi fisik dan mental, tetapi mengatasinya agar dapat melanjutkan hidup secara aktif dan antusias.

Karakter Keempat: Menghargai Waktu.
Guru efektif mengetahui bahwa waktu adalah sumber daya, dan ada banyak pilihan dalam pemanfaatan waktu. Guru efektif dapat menyusun prioritas, sehingga hal-hal yang penting akan selesai dikerjakan. Mereka menyusun rencana guna memotivasi diri untuk tidak lagi menunda-nunda tugas yang tampaknya melelahkan. Guru efektif menerapkan pemahaman mereka tentang waktu untuk mencapai keseimbangan antara pekerjaan dan kehidupan pribadi serta tumbuh dan berkembang secara pribadi dan profesional.
Karakter Kelima: Afektif.
Guru efektif memahami bahwa hubungan interpersonal yang baik adalah hal yang penting dalam profesionalisme dan bahwa membangun kesepahaman adalah dasar hubungan tersebut. Kesepahaman (guru dengan murid, guru dengan guru, guru dengan orangtua siswa), bukan hanya syarat terjalinnya komunikasi yang baik, tetapi merupakan keterampilan yang penting untuk mendasari kemampuan memengaruhi. Kita tidak bisa berharap dapat mendidik siswa dengan baik jika kita mengabaikan kesepahaman sebagai fondasi dalam hubungan.

Karakter Keenam: Pendengar yang Baik.
Guru efektif mengetahui pentingnya menjadi pendengar yang baik untuk memelihara komunikasi dan hubungan yang efektif. Kemampun untuk memahami sudut pandang orang lain, meskipun berbeda dengan sudut pandang mereka sendiri. Karena mendengarkan adalah pendekatan aktif, bukan pasif, mereka mampu mempengaruhi hubungan secara positif.
Karakter Ketujuh: Memberikan Pengaruh.
Guru efektif mampu menerapkan unsur-unsur penting dalam berperilaku memberikan pengaruh yang membuat mereka dapat berinteraksi dengan orang lain secara terbuka dan fleksibel, sambil tetap memperlihatkan ketulusan terhadap orang lain. Di saat yang sama, guru efektif dapat mengungkapkan pandangan mereka sendiri melalui sikap yang tidak merendahkan pandangan orang lain.

Karakter Kedelapan: Karismatik.
Guru efektif dapat mempengaruhi tim mereka dengan keahliannya mengelola hubungan. Melalui integritas dan sikap kongruen, ia mampu memperoleh kepercayaan siswa dan rekan kerjanya. Ia dapat memberikan umpan balik kepada siswa dan rekan kerjanya agar mereka belajar dan berkembang dengan tulus dan peka terhadap kebutuhan orang lain.

Karakter Kesembilan: Berpengaruh Luas.
Guru efektif adalah orang yang visioner. Mereka melihat potensi yang terpendam pada diri siswa dan memiliki energi dan semangat untuk mendorong siswa meraih prestasi. Mereka tahu bahwa para siswa akan menjadi penduduk global di masa depan, sehingga sudah menjadi tugas mereka untuk menyokong persiapan pendidikan yang luas bagi siswa sebagai bekal mereka di dunia yang semakin tak berjarak ini.
Guru efektif tahu bahwa mereka tidak dapat bekerja sendiri. Mereka dapat bekerjasama dengan para orangtua, kolega, dan tenaga profesional lainnya untuk mencapai tujuan pendidikan mereka yang luas.

Menurut Turnbull, salah satu ciri dominan dalam bidang pengajaran di masa lalu adalah individualisme. Sebagian besar guru mengajar di dalam kotak atau kelas. Kini kita tidak dapat lagi mengisolasi diri di dalam kelas dan memutuskan hubungan dengan dunia di luar. Karena ilmu pengetahuan, teknologi, dan masyarakat pada umumnya berkembang dengan cepat. Siswa kita akan dengan cepat menganggap kita ketinggalan zaman jika kita tidak terus belajar dan mengikuti perkembangan.
Seiring berkembangnya masyarakat berpengetahuan, perubahan sosial dan teknologi yang sudah menjadi faktor konstan yang tidak bisa ditawar, kebutuhan untuk terus belajar menjadi sangat penting demi menjaga kredibilitas pribadi maupun profesi seorang guru.


Ketersediaan
#
Perpustakaan SMKN 59 Jakarta (371.102) 371.102 JAC 9-k
NF00000371.102JAC/c1
Tersedia
#
Perpustakaan SMKN 59 Jakarta (371.102) 371.102 JAC 9-k
NF00000371.102JAC/c2
Tersedia
Informasi Detail
Judul Seri
9 Habits of Highly Efective Taechers
No. Panggil
371.102 JAC 9-k
Penerbit
Jakarta : Esensi Erlangga Grup., 2013
Deskripsi Fisik
xiii,262 hlm; ill; 23 cm x 15 cm; Kesimpulan, hlm 240-241; Lamiran, hlm 242-245; Daftar Pustaka, hlm
Bahasa
Indonesia
ISBN/ISSN
978-602-6847-06-5
Klasifikasi
371.102
Tipe Isi
-
Tipe Media
-
Tipe Pembawa
-
Edisi
-
Subjek
Pendidikan-Karakter Guru
Info Detail Spesifik
-
Pernyataan Tanggungjawab
Jacquie Turnnbull
Versi lain/terkait

Tidak tersedia versi lain

Lampiran Berkas
Tidak Ada Data
Komentar

Anda harus masuk sebelum memberikan komentar

Perpustakaan Lentera 59
  • Informasi
  • Layanan
  • Pustakawan
  • Area Anggota

Tentang Kami

Perpustakaan SMKN 59 Jakarta merupakan pusat literasi dan sumber belajar bagi seluruh warga sekolah, menyediakan berbagai koleksi buku pelajaran, kejuruan, fiksi, hingga digital. Kami mendukung pengembangan budaya baca, literasi digital, dan pembelajaran mandiri dalam suasana yang nyaman dan inspiratif.

Cari

masukkan satu atau lebih kata kunci dari judul, pengarang, atau subjek

Donasi untuk SLiMS Kontribusi untuk SLiMS?

© 2026 — Senayan Developer Community

Ditenagai oleh SLiMS
Pilih subjek yang menarik bagi Anda
  • Karya Umum
  • Filsafat
  • Agama
  • Ilmu-ilmu Sosial
  • Bahasa
  • Ilmu-ilmu Murni
  • Ilmu-ilmu Terapan
  • Kesenian, Hiburan, dan Olahraga
  • Kesusastraan
  • Geografi dan Sejarah
Icons made by Freepik from www.flaticon.com
Pencarian Spesifik
Kemana ingin Anda bagikan?