Art Original
Raden Fatah
Raden Fatah lahir pada tahun 1448 M/1370 tahun Saka. Ayahnya bernama Pangeran Kertabhumi Prabu Brawijaya V dan ibunya bernama Putri Champa yang berasal dari Palembang. Raden Fatah merupakan cucu Rajasawardhana. Raden Fatah bernama asli Raden Hasan. Beliau merupakan Sultan atau Raja Demak Bintoro yang merupakan putra ke-13 dari Pangeran Kerthabumi. Nama "Raden Fatah" diberikan oleh Sunan Ampel atas keberhasilannya membuka hutan Glagah Wangi menjadi pesantren. "Fatah" artinya "membuka atau berhasil". Raden Fatah adalah seorang pemimpin yang bijaksana. Beliau tidak membebani rakyatnya dengan pajak. Di tangannya, Demak sudah mampu mengembangkan pelabuhan sebagai penghasilan Kesultanan Demak untuk menjalankan roda pemerintahan.
Raden Fatah adalah pendiri dan raja pertama Kesultanan Demak, kerajaan Islam pertama di Jawa, yang memerintah sekitar tahun 1475-1518. Beliau adalah putra Brawijaya V (raja terakhir Majapahit) dari selir Tionghoa, bernama asli Jin Bun (atau Pangeran Jimbun). Raden Fatah dikenal sebagai tokoh penyebar agama Islam dan pembangun Masjid Agung Demak, serta menantu Sunan Ampel.
Poin-Poin Penting tentang Raden Fatah:
Nama Asli: Jin Bun, Raden Hasan, atau Pangeran Jimbun.
Keturunan: Putra Brawijaya V (Raja Majapahit) dan seorang Putri Campa (Tionghoa).
Peran: Pendiri dan Sultan pertama Kesultanan Demak, pusat penyebaran Islam di Jawa.
Hubungan dengan Wali Songo: Berguru pada Sunan Ampel dan menikahi putrinya, Dewi Murtasimah, serta mendapat dukungan para wali dalam mendirikan Demak.
Prestasi: Membuka hutan Glagahwangi menjadi pesantren yang berkembang, mendirikan Kesultanan Demak, dan mengutus Pati Unus menyerang Portugis di Malaka.
Penghormatan: Dimakamkan di kompleks Masjid Agung Demak, situs bersejarah penting.
Tidak tersedia versi lain