Art Original
Orang-orang Biasa (Invisible People)
"Orang-orang Biasa" karya Andrea Hirata mengisahkan perjuangan komplotan sahabat karib di kota Belantik yang bodoh dan miskin untuk membiayai kuliah Aini, anak salah satu teman yang diterima di fakultas kedokteran. Dengan bumbu humor dan rencana gila, mereka nekat merampok bank demi pendidikan, menyoroti tema persahabatan, kemiskinan, dan keteguhan hati.
Gramedia
Gramedia
+4
Poin Penting Novel "Orang-Orang Biasa":
Sinopsis Singkat: Aini, seorang gadis cerdas namun berasal dari keluarga miskin, berhasil diterima di Fakultas Kedokteran. Ibunya dan teman-temannya (sepuluh orang biasa yang bodoh dan miskin) bertekad membantu biaya kuliah Aini dengan merencanakan perampokan bank.
Karakter Utama: Fokus pada sepuluh orang yang dikenal sebagai "pecundang" atau bodoh di sekolah, seperti Salud, Honorun, Junilah, Sobri, Nihe, Rusip, Tohirin, Dinah, dan Handai, yang dipimpin oleh seorang idealis bernama Debut Awaluddin.
Latar Tempat: Kota Belantik, kota naif yang tenteram dan jarang terjadi kriminalitas.
Tema Utama: Persahabatan sejati, perjuangan melawan kemiskinan melalui pendidikan, dan pengorbanan.
Unsur Menarik: Novel ini memiliki plot twist yang tidak terduga di akhir cerita dan penuh dengan adegan jenaka serta konyol, khas gaya penulisan Andrea Hirata.
Antitesis Laskar Pelangi: Novel ini digambarkan sebagai antitesis dari Laskar Pelangi, di mana tokoh-tokohnya bukanlah orang istimewa (cerdas), melainkan orang biasa yang terhimpit nasib.
Tidak tersedia versi lain